Showing posts with label GNU/Linux. Show all posts
Showing posts with label GNU/Linux. Show all posts

Friday, April 25, 2008

Rilis Ubuntu 8.04 LTS (Hardy Heron)

Kemarin, tepatnya tanggal 24 april 2008, Ubuntu merilis versi terbarunya yaitu Ubuntu 8.04 LTS (codename: Hardy Heron). Anda mungkin sudah banyak membaca pengumuman ini dari blog-blog yang ada diluar sana. Oleh karena itu, saya tidak akan banyak bicara. Langsung nikmati kehadirannya!!

Pengumuman rilis:
Pengiriman CD gratis langsung ke rumah anda:
Selamat menikmati!!

Thursday, April 17, 2008

Menggunakan Live CD tanpa harus Bakar ke CD

Saya baru saja menemukan tutorial bagus mengenai bagaimana cara instalasi atau booting Live CD dari hard drive tanpa harus membakar imej iso-nya. Mungkin sudah banyak orang yang tahu perihal tutorial ini tapi setidaknya saya membuat tutorial ini lebih mudah untuk saya temukan. Tutorial ini ditujukan kepada para tester distro linux mana saja (mungkin sementara ini hanya untuk yang berbasis ubuntu karena saya belum melakukan testing di distro linux lain) agar mereka tidak perlu menghabiskan banyak CD untuk melakukan testing. Tutorial ini juga tersedia di http://help.ubuntu.com/ dan menggunakan BlankOn sebagai iso Live CD-nya.

Keuntungan dari instalasi tanpa media eksternal adalah hal tersebut dapat menyimpan waktu anda jika anda sudah familiar dengan proses ini, dan anda mendapatkan sistem yang dapat digunakan dari saat booting sampai instalasi yang berjalan menggunakan hard drive. Mari kita mulai, nikmati langkah-langkahnya :D

Langkah 1

Gunakan gparted atau alat pemartisi yang lainnya untuk membuat partisi baru dan mem-format-nya ke filesystem yang anda inginkan (ext3, reiserfs, etc. Saya menggunakan ext3 karena yang saya belum mendengar filesystem yang lain sudah pernah digunakan). Anda membutuhkan space kosong sebesar minimal 700MB di dalamnya. 750MB seharusnya sudah cukup. Kita sebut saja partisi tersebut sebagai /dev/sdb1. Jika instalasi blankon anda akan ada bersama sistem lama anda, anda sebaiknya sudah mengenal cara membuat partisi untuk sistem baru anda menggunakan gparted.

Langkah 2

Salin isi CD ke dalam partisi yang baru dengan perintah
sudo mkdir /tmp/live_cd
sudo mount lontara-i386-cdlive.iso -o loop /tmp/live_cd
sudo mkdir /mnt/sdb1
sudo mount /dev/sdb1 /mnt/sdb1
sudo cp -r /tmp/live_cd/* /mnt/sdb1
sudo cp -r /tmp/live_cd/.disk /mnt/sdb1
sudo umount /tmp/live_cd
Gantikan nama iso sesuai dengan nama yang telah anda download dan /dev/sdb1 dengan apapun partisi baru anda.

Langkah 3

Tambahkan partisi baru ke dalam file konfigurasi grub anda (biasanya di /etc/grub.conf atau /boot/grub/menu.lst) untuk booting dari partisi anda.
title Live CD
root (hd1,0)
kernel /casper/vmlinuz boot=casper root=/dev/ram ramdisk_size=1048576 rw
initrd /casper/initrd.gz

Baris pertama setelah title memberitahu grub partisi mana yang digunakan. hd1 menunjukkan "hard disk kedua", dan 0 adalah standar untuk partisi pertama. Anda perlu merubahnya jika partisi tersebut berbeda dari /dev/sdb1. sdaN menjadi (hd0, N-1), sdbN menjadi (hd1, N-1) dan seterusnya. Seperti yang anda lihat grub mulai dari 0, dimana terkadang membingungkan.

Langkah 4

Reboot, dan pilih "Live CD" dari menu boot grub, dan lanjutkan seperti anda biasanya booting dari CD.

Disclaimer

Tutorial ini dapat digunakan untuk booting Live CD maupun menginstalasikannya. Anda dapat melihat selebihnya di situs dokumentasi ubuntu. Terima kasih kepada zahris untuk link-nya.
English version

Thursday, January 17, 2008

Welcome KDE 4!!!

Sedikit terlambat kayaknya. Maklum, seminggu ini di Jakarta tanpa koneksi internet. Jadi mau menyambut rilisnya KDE ga sempet deh. Nah ini dia sekarang saatnya.


KDE 4 Desktop

KDE 4, yang sudah lama dinanti-nantiken oleh para pecinta KDE akhirnya rilis juga pada tanggal 11 Januari kemaren [0]. Sudah banyak banget perubahan yang terjadi di rilisnya kali ini kalau dibandingken dengan versi 3.x.x-nya. Sebut saja Dolphin file manager, Plasma desktop shell, dlsb. Lebih lengkapnya bisa diliat di sini [1].


Plasma's Dashboard


Dolphin File Manager

Sekilas saya liat dari screenshot+review nya sih udah oke berat lho.. Ampe saya pengen coba tu KDE, tapi berhubung waktunya belum menyempatkan diri, maka saya harus menahan hasrat untuk mendownload versi source-nya. Kok yg versi source? Yaa, kebetulan saya pingin install-nya di sistem slack kesayangan nih. Abisnya klo nunggu dari Ubuntu kudu ampe rilis Hardy Heron dulu, kan lebih lama lagi tuh :P. Ato udah ada yang rilisin buat ubuntu? Kasih saya informasinya dong...

Berita yang terlanjur telat ini juga bisa dibaca dari majalah-linux kepunyaan baliwae [2]. Kebetulan yang ini pake bahasa indonesia, makanya saya referensiken :-). Ok deh, happy nge-hack KDE 4 aja yak semua!!

[0] http://www.kde.org/announcements/4.0/
[1] http://www.kde.org/announcements/4.0/guide.php
[2] http://majalah-linux.baliwae.com/2008/01/11/rilis-kde-4-stable-the-dream-comes-true/

Thursday, January 10, 2008

GNU/Linux and PC Vendors

Kebutuhan akan sebuah PC (Notebook/Desktop) yang berisi OS handal sangatlah besar. Lisensi Microsoft yang cukup memberatkan bagi beberapa vendor PC menyebabkan peralihan platform PC ke OS open source, dimana GNU/Linux adalah OS yang paling banyak dipilih, semakin banyak terjadi. Namun hal itu tidak dibarengi dengan kehandalan yang diberikan oleh OS GNU/Linux itu sendiri. Pada beberapa vendor yang menyertakan OS GNU/Linux dalam bundel PC-nya, tidak juga menyertakan dukungan untuk OS yang ada di dalamnya. Oleh karena hal inilah mengapa GNU/Linux masih tetap kalah populer dengan OS milik Microsoft. Dapat diambil contoh seperti pada saat kakak saya membeli Notebook yang berisi OS GNU/Linux di dalamnya. Pada saat beliau bertanya-tanya bagaimana cara menggunakannya, sama sekali distributor dari Notebook tersebut tidak dapat menjelaskan maupun memberi petunjuk. Seolah-olah OS ini hanyalah OS pelarian yang digunakan untuk menghindari jeratan hukum yang mungkin akan mereka terima jika menggunakan software bajakan milik Microsoft. Sedangkan skill mereka mengenai OS ini sama sekali tidak diisi.

Faktanya, OS GNU/Linux yang biasanya dimasukkan sebagai OS bawaan PC tidaklah se-out-of-the-box yang biasanya mereka temui. Dan kalaupun PC ini sampai ke tangan konsumen, OS ini sangatlah tidak produktif. Bisa dilihat dari deteksi hardware yang sangatlah kurang sehingga konsumen tidak dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh PC tersebut secara penuh. Hal ini jugalah yang menyebabkan mengapa saya menyebutkan kalau bundel PC dengan OS GNU/Linux hanyalah sebagai pelarian sementara dari jeratan hukum. Dan secara tidak langsung para vendor maupun distributor mempersilakan (bahkan menyuruh) konsumen untuk mengganti OS nya nanti dengan yang biasanya ada (tentunya kita tau OS apa itu ;-).

Disinilah peran para penggiat open source software dibutuhkan. Kerjasama dengan vendor-vendor PC dalam mempersiapkan GNU/Linux yang lebih user friendly, maupun lebih out-of-the-box akan sangat membantu publikasi dari OS-OS maupun open source software itu sendiri. Hal ini sudah dimulai oleh Ubuntu yang telah terintegrasi ke dalam PC buatan DELL. Atau gOS untuk PC Everex, dan lain sebagainya. Tentunya OS-OS open source tadi sudah cukup out-of-the-box bagi para konsumennya.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang, sudahkan vendor-vendor lokal melakukan hal tersebut? Atau para penggiat oss ini yang berinisiatif? Banyak orang mengatakan, "Darimana kita mendapatkan uang kalau software yang kita buat saja gratis". Disinilah tempat kita untuk "sambil menyelam minum air". Sambil kita memasyarakatkan oss, sambil kita meminum air, eh mendapatkan keuntungan :-).

Sebuah vendor yang sering kita dengar dengan produknya berupa monitor, SPC, kini sudah memulainya dengan memasarkan Notebook yang sudah built-in dengan OS GNU/Linux. Walaupun bundel tersebut masih berupa Live CD, paling tidak inilah langkah awal dari mereka untuk mengenal lebih jauh tentang open source software. Saya sebagai wakil dari para penggiat open source software untuk mewujudkan hal tersebut.

Saya sudah mulai, bagaimana dengan anda?

Tuesday, January 8, 2008

Command Line Lovers

Bagi para pencinta command line interface (CLI), artikel ini [1] ok juga buat dibaca ;-) Atau malah justru para pecinta CLI ini sudah terlalu expert untuk membacanya? Jawab sendiri aja yah hehehe...

[1] http://www.linux.com/feature/123871

Monday, December 10, 2007

Konfigurasi awal MySQL

Terkadang kita sering lupa konfigurasi yang harus kita lakukan sesaat setelah MySQL terinstall. Dan mungkin sudah banyak sekali yang membuat artikel ini. Hanya karena ada teman saya yang malas mencari (silakan cari orang yang memiliki nick freaky_fuchsia di Y!M ;-), sehingga saya pun menulis artikel ini di blog. Semoga bisa membantu ingatan yang lain jika sedang kelupaan. Potongan artikel ini saya ambil dari majalah InfoLinux (ga maksud promosi lho... :). Ok mari kita mulai...

Setelah paket MySQL terinstall dengan baik terlebih dahulu kita harus melakukan konfigurasi ini. Berikut langkah-langkahnya:
1. Ubah password user root yang terdapat di MySQL, dengan menggunakan perintah:
$ sudo su -
# mysqladmin -u root currentpassword newpassword
setelah itu restart service database MySQL anda:
# /etc/init.d/mysql start
2. Masuk kembali ke prompy MySQL.
# mysql -u root -p
3. Kita akan menambah user lain ke dalam database MySQL.
mysql> use mysql;
mysql> INSERT INTO user (host, user, password, select_priv, insert_priv, update_priv, delete_priv, create_priv, drop_priv) VALUES ('localhost', 'rametux', PASSWORD('passwd123'), 'Y', 'Y', 'Y', 'Y', 'Y', 'Y');
mysql> FLUSH PRIVILEGES;
mysql> SELECT host, user, password FROM user WHERE user = 'rametux';
Catatan: pada contoh di atas, user rametux hanya diberi hak akses select, insert, update, delete, create, dan drop.
4. Sekarang anda dapat login dengan menggunakan user yang baru dibuat. Perintahnya sbb:
$ mysql -u rametux -p

Untuk lebih lengkapnya bisa didapatkan dari majalah InfoLinux edisi 08/2007 (Agustus), tepatnya di seksi Workshop Programming. Jika ada kekurangan diharapkan koreksinya ;-)

Semoga membantu...

Monday, July 23, 2007

Solving Beryl Problem

Mungkin beberapa orang masih bermasalah dengan beryl-nya. Tambahan ini saya dapatkan dari majalah InfoLinux edisi 03/2007.

Flashback dikit. Jadi awalnya beryl ini bisa jalan di ubuntu default instalasi saya tanpa harus edit-edit sedikitpun di /etc/X11/xorg.conf-nya. Lalu, saya pingin nambahin resolusi monitor saya yang awalnya cuma mentok di 1152x864. Kemudian saya matiken gdm-nya, masuk ke tampilan console hitam-putih. Saya jalankan
$ sudo dpkg-reconfigure xserver-xorg
untuk mengatur vga & monitor supaya bisa makai resolusi yang tinggi, 1280x960. Semua berjalan lancar. Desktop saya bisa pakai resolusi tersebut tanpa ada gangguan berarti.

Sampai akhirnya saya aktifkan kembali beryl-manager. Dan jreng.. kok window border-nya ngilang?? Saya balikin lagi konfigurasi vga & monitor ke awal tetep saja tuh beryl ga munculin winbordernya. Sampai akhirnya saya menyerah dulu dan harus puas desktopnya tak ber-beryl :D.

Hari berselang saya pun berkongkow-kongkow di irc #ubuntu-id. Ngobrol-ngobrol dikit, mas ari_stress ngasih solusi supaya mengedit file /etc/X11/xorg.conf:
...
#Section "DRI"
# Mode 0666
#EndSection

Section "Extensions"
Option "Composite" "Enable"
EndSection

*artinya: Yang bertanda "#" (pagar) berarti di-comment-kan pernyataan tsb. Lalu tambahkan baris yang di bawahnya ke bagian paling bawah di file /etc/X11/xorg.conf.

Lalu langsung aku cobain tuh solusi. Dan jreng.. beryl tetep tidak bergeming. Tapi tunggu, saya jadi teringat pada tutorial yang pernah dibahas oleh majalah InfoLinux (tepatnya edisi 03/2007). Tutorialnya pernah saya coba dan berhasil. Dan sekarang saya coba aja lagi ga rugi toh..

Saya kembali mengedit file /etc/X11/xorg.conf untuk beberapa bagian sbb:
Section "device"
...
...
Option "RenderAccel" "True"
Option "DisableGLXRootClipping" "True"
Option "BackStoring" "True"
EndSection

Section "screen"
...
...
Option "AddARGBGLXVisuals" "True"
...
...
EndSection

dan tambahkan di bagian "Extensions":
Option "RENDER" "Enable"

Dan jreng.. Beryl-ku kembali normal. Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam normalnya kembali beryl di desktop PC ku.

Sekian tutorial berbau curhat ini dibuat. Best regards to InfoLinux, ari_stress @ #ubuntu-id, dan xoRock (atas semangetnya).

Ganti Nama

Blog ane ganti nama nih dari bayubuntu.blogspot.com jadi rametux.blogspot.com. Semoga pada ga segan-segan ganti alamatnya kalo ada yang nge-link ke blog sayah :P *kayak ada aja yang nge-link hehehe

Yang berubah sebenarnya cuma topik yang bakal dibahas doang sih. Dari yang tadinya cuma ngomongin segala macem tentang ubuntu jadi lebih luas ke GNU/Linux. Semoga blog saya ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan. Terima kasih atas perhatiannya..